Tuesday, March 26, 2013

Strategi "Differentiation" Philips Sukses dalam Persaingan


oleh: Abdillah Mundir, SE, MM
Universitas Yudharta Pasuruan

Sejarah Perusahaan Royal Philips Electronics

Perusahaan ini dimulai pada tahun 1891 oleh Gerard Philips. Siapapun tahu, kalo Philips terkenal sebagai produsen lampu. Saat ini Royal Philips Electronics yang bermarkas di Amsterdam. Pabrik pertama Philips, kini telah menjadi museum. Era 1920-an, di pabrik inilah Philips mulai memproduksi berbagai jenis produk seperti pisau cukur listrik  Philipshave. Pisau cukur ini cukup laris manis di AS dengan nama Norelco. Philips mulai masuk sebagai produsen ponsel pada sekitar tahun 1996. Dibawah bendera Philips Consumer Communications (PCC).

Tepat pada 27 Juni 2001, Gerard Kleisterlee, CEO Philips mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan produksi ponselnya serta mengalihkan unit riset dan pengembangan ponselnya kepada China Electronics Corporation, rekanan bisnisnya dari China. Apa yang dilakukan oleh Jan Timmer kali ini bisa jadi didasari oleh lemahnya minat masyarakat Eropa terhadap Ponsel Philips. Maklum saja, saat itu pasar ponsel dominasi oleh trio raksasa Siemens, Nokia dan Ericsson yang tak terkalahkan oleh merk baru.

Keputusan Frits Philips ini ternyata cukup tepat, Tak heran bila pada tahun 2004, perusahaan ini berhasil membukukan keuntungan sekitar 30,3 juta. Sebuah hasil yang fantastis. Philips mempekerjakan 161.586 orang di lebih dari 60 negara. Para karyawan ini terbagi dalam sejumlah divisi: Philips Consumer Electronics, Philips Semiconductors, Philips Lighting, Philips Medical Systems dan Philips Domestic Appliances and Personal Care.


Strategi "Differentiation" Philips Sukses dalam Persaingan